
Bangli, markandeyabali.ac.id – Satu kapal tanker tertahan di dermaga, satu pulau kehilangan irama. Sejak Minggu (11/10/2026), Pertalite dan Pertamax menghilang dari SPBU, antrean mengular, warga pun termangu. Kini krisis tak lagi berhenti di jalanan, ia merambat hingga ruang pendidikan.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG tertanggal 14 Oktober 2026. Surat bersifat segera itu ditandatangani Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra atas nama Gubernur Bali, dan isinya tegas tanpa basa-basi. Seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta diminta beralih ke ruang maya, kuliah dan belajar daring pada 15–17 Oktober 2026, tiga hari lamanya. Instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD pun diminta bekerja dari rumah, kecuali layanan publik, kedaruratan, dan keamanan yang tetap harus berbenah.
Alasannya tertulis terang di atas kertas: mendukung kelancaran distribusi BBM oleh PT Pertamina agar truk tangki melaju bebas. Artinya, ruang kelas dikosongkan bukan karena bencana, melainkan karena urusan logistik sebuah perusahaan negara.
Edaran itu menjangkau puluhan perguruan tinggi di Bali, termasuk Universitas Markandeya yang segera menindaklanjuti. Melalui Surat Rektor Nomor 965/UM/X/2026, kampus di Bangli itu mengalihkan dosen, staf, dan mahasiswa ke ruang daring. Disdikpora Kota Denpasar menerbitkan edaran serupa, sekolah beralih daring, pembelajaran tatap muka pun tertunda.
Stok Aman di Kertas, Tangki Kosong di Lapangan
Ironinya, pemerintah pusat berulang kali menegaskan stok BBM tak mengalami kekurangan. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut ketahanan stok nasional aman pada kisaran 18–20 hari, sehingga antrean di Bali disebutnya soal distribusi. Namun, penjelasan itu justru membuka tanya yang lebih lebar, bukan menutup perkara yang kian menyebar.
Jika stok aman, mengapa SPBU di Bangli, Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, hingga Klungkung kosong melompong? Jika masalahnya hanya satu kapal, mengapa satu provinsi harus menanggung akibat yang begitu fatal?
Komisi VII DPR RI pun angkat suara: gangguan teknis kapal bisa saja terjadi, tetapi Pertamina perlu menjelaskan mengapa satu tahapan yang tersendat berdampak seluas samudra.
Saling Tunjuk, Janji Terus Bergeser
Alih-alih menjawab dengan tegas, para pemangku kebijakan justru tampak saling lempar alasan yang tak tuntas. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah hanyalah regulator, sementara pelaksanaan ada di tangan Pertamina sebagai operator. Pertamina, melalui Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, meminta maaf, lalu menunjuk kendala bongkar muat kapal dan lonjakan konsumsi Pertalite sebagai sebab di balik antrean yang tak terkendali.
Sementara itu, janji pemulihan terus bergeser dari hari ke hari. Senin (12/10/2026), Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pasokan bisa diatasi sore itu juga, nyatanya antrean tetap ada. Selasa, perkiraan berubah menjadi satu hingga dua hari, harapan warga kembali ditunda lagi. Rabu, Kementerian ESDM memastikan antrean rampung paling lambat esok hari; Kamis (15/10/2026) malam, antrean masih belum juga pergi.
Dampaknya tak bisa dianggap ringan dan sepele. Di SPBU Latu, Abiansemal, Badung, seorang warga dilaporkan pingsan setelah antre berjam-jam pada Selasa (13/10/2026) pagi, tubuhnya tumbang sebelum tangkinya terisi. Sebagian warga terpaksa membeli bensin eceran dengan harga berlipat, dompet pun makin terjepit. Bagi pelajar dan mahasiswa, krisis ini berarti satu kenyataan pahit: hak atas pembelajaran tatap muka ikut terhimpit.
Desakan Evaluasi
Ombudsman Republik Indonesia telah memerintahkan perwakilannya di Bali melakukan Respons Cepat Ombudsman untuk menelusuri sumber persoalan. Lembaga itu membuka kemungkinan mendalami dugaan maladministrasi, meski hingga kini belum ada kesimpulan. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali turut mendesak evaluasi menyeluruh, mulai dari perencanaan, infrastruktur, hingga pola penyaluran, agar sistem yang rapuh tak lagi runtuh.
Pertamina Patra Niaga kini menjadwalkan 16 juta liter Pertalite tiba pada Jumat (16/10/2026), disusul 32 juta liter pada Sabtu (17/10/2026) sebagai penambal sementara. Namun, tambahan pasokan hanya menjawab persoalan hari ini, bukan akar masalah yang sudah lama ada.
Selama pertanyaan itu dibiarkan menggantung tanpa jawaban, krisis serupa bisa datang lagi tanpa peringatan. Ketika itu terjadi, ruang kelas kembali menjadi yang pertama dikorbankan.
Kapal boleh terlambat, tetapi pendidikan tak boleh terus tersendat.
Referensi
ANTARA. (2026, 14 Oktober). Dirjen Migas: Antrean BBM di Bali akibat kendala distribusi, stok aman. https://www.antaranews.com/berita/5785769/dirjen-migas-antrean-bbm-di-bali-akibat-kendala-distribusi-stok-aman
ANTARA Bali. (2026, 12 Oktober). Koster sebut pasokan BBM di Bali bisa diatasi mulai Senin sore usai panggil Pertamina. https://bali.antaranews.com/berita/415338/koster-sebut-pasokan-bbm-di-bali-bisa-diatasi-senin-sore-usai-panggil-pertamina
ANTARA Bali. (2026, 15 Oktober). Ombudsman telusuri penyebab antrean BBM di Bali. https://bali.antaranews.com/berita/415657/ombudsman-telusuri-penyebab-antrean-bbm-di-bali
Bali Post. (2026, 14 Oktober). Kelangkaan BBM landa Bali, Ombudsman dalami maladministrasi distribusi. https://www.balipost.com/news/2026/10/14/589179/Kelangkaan-BBM-Landa-Bali,Ombudsman…html
Bali Tribune. (2026, 15 Oktober). Atasi kelangkaan BBM, Gubernur Koster tinjau Depo Pesanggaran dan minta penyaluran dipercepat. https://balitribune.co.id/content/atasi-kelangkaan-bbm-gubernur-koster-tinjau-depo-pesanggaran-dan-minta-penyaluran
CNN Indonesia. (2026a, 14 Oktober). Bos Pertamina bongkar penyebab antrean panjang BBM di SPBU Bali. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261013205418-85-1414991/bos-pertamina-bongkar-penyebab-antrean-panjang-bbm-di-spbu-bali
CNN Indonesia. (2026b, 14 Oktober). ESDM pastikan antrean panjang BBM di Bali kelar paling telat besok. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261014154636-85-1415269/esdm-pastikan-antrean-panjang-bbm-di-bali-kelar-paling-telat-besok
detikBali. (2026, 13 Oktober). BBM langka di Bali, Koster sebut warga panik takut kehabisan. https://www.detik.com/bali/bisnis/d-8704521/bbm-langka-di-bali-koster-sebut-warga-panik-takut-kehabisan
detikNews. (2026, 14 Oktober). BBM di Bali langka, warga sampai pingsan karena antre berjam-jam. https://news.detik.com/berita/d-8706095/bbm-di-bali-langka-warga-sampai-pingsan-karena-antre-berjam-jam
Jurnas. (2026, 15 Oktober). Antrean BBM ganggu aktivitas wisata Bali, Komisi VII minta ESDM bertindak. https://www.jurnas.com/artikel/1667165/antrean-bbm-ganggu-aktivitas-wisata-bali-komisi-vii-minta-esdm-bertindak
Media Indonesia. (2026, 14 Oktober). BPH Migas klaim BBM di Bali berangsur normal dan pastikan stok Pertalite aman. https://mediaindonesia.com/nusantara/944230/bph-migas-klaim-bbm-di-bali-berangsur-normal-dan-pastikan-stok-pertalite-aman
Pasardana. (2026, 15 Oktober). Kelangkaan BBM di Bali, Bahlil tegaskan stok nasional aman. https://pasardana.id/news/2026/10/15/kelangkaan-bbm-di-bali-bahlil-tegaskan-stok-nasional-aman
Pemerintah Provinsi Bali. (2026, 14 Oktober). Surat Edaran Nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG tentang Penyesuaian Sistem Kerja melalui WFH. Ditandatangani a.n. Gubernur Bali oleh Sekretaris Daerah Dewa Made Indra.
Sultramedia. (2026, 14 Oktober). ESDM pulihkan distribusi BBM Bali dan Disdikpora terapkan daring. https://www.sultramedia.id/distribusi-bbm-bali-pembelajaran-daring
Universitas Markandeya. (2026, 14 Oktober). Surat Rektor Nomor 965/UM/X/2026 perihal Penyesuaian Hari Kerja Secara Daring. Bangli.
Visioner.id. (2026, 14 Oktober). Cerita warga Bali beli BBM: Pertalite kosong, antrean turbo 2 jam. https://visioner.id/daerah/31543/cerita-warga-bali-beli-bbm-pertalite-kosong-antrean-turbo-2-jam.html