
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Karangasem, markandeya.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Markandeya bersama Pemerintah Desa Menanga melaksanakan penanaman pohon di Banjar Dinas Batusesa, Desa Menanga, pada Jumat (2/10). Kegiatan yang mengusung semangat Manunggal Ing Rasa tersebut juga diisi turut dihadiri oleh Perbekel Desa Menanga, Kelihan Banjar Dinas Batusesa, Dosen Pendamping KKN Universitas Markandeya, dan masyarakat Banjar Dinas Batusesa.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama perangkat Desa Menanga menanam 50 bibit pohon. Koordinator KKN Universitas Markandeya di Desa Menanga, Ni Ketut Latri Arianti, menyerahkan tanaman secara simbolis kepada Perbekel Desa Menanga, I Made Hendra Sagita.
Menurut Sagita, kegiatan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan sehat, sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan ekosistem.
“Menanam pohon sebagai aksi penghijauan merupakan kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” ujar Sagita.
Sementara itu, dosen pendamping KKN Universitas Markandeya, Ni Wayan Sri Darmayanti, menjelaskan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari pelaksanaan program yang diinstruksikan oleh Universitas Markandeya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu wujud implementasi Tri Hita Karana, falsafah hidup masyarakat Bali tentang keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam aksi nyata menjaga dan menghijaukan lingkungan,” tutur Darmayanti.
Kegiatan tersebut mengusung semangat Manunggal Ing Rasa, yang dimaknai sebagai upaya menyatukan kepedulian dan langkah bersama dalam menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Markandeya dan Pemerintah Desa Menanga berharap penanaman pohon tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi langkah awal tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Mereka juga berharap 50 bibit pohon tersebut kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan, sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.