
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Bangli, markandeyabali.ac.id – UKM Pers Mahasiswa Markandeya (Persmasika) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Markandeya (BEM Undeya) menggelar podcast Markandeya On Air Vol. 2 di SMA Negeri 2 Bangli pada Selasa (8/9/). Kegiatan tersebut mengusung tema “We Are Okay but We Post Anyway” yang membahas fenomena cyberbullying, tekanan kesehatan mental, dan digital masking pada Generasi Z.
Ni Nyoman Rianti, selaku narasumber mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial dapat membuat seseorang membandingkan diri dan kehidupannya dengan orang lain. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, terutama ketika kehidupan yang ditampilkan di media sosial dijadikan sebagai standar untuk mengukur pencapaian pribadi.
“Kadang kita melihat kehidupan orang lain di media sosial, lalu membandingkan diri dengan mereka. Akhirnya kita bertanya-tanya, apakah kita bisa memiliki kehidupan seperti yang mereka tunjukkan di media sosial,” ujar Rianti.
Selain perbandingan diri melalui media sosial, Rianti menjelaskan bahwa Generasi Z juga menghadapi berbagai tekanan lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti tekanan akademik di sekolah, ekspektasi orang tua, fear of missing out (FOMO), dan kecenderungan overthinking. Berbagai tekanan tersebut dapat membuat seseorang merasa cemas, minder, kehilangan motivasi, hingga merasa tertinggal dari orang lain.
“Tekanan itu bukan hanya dari media sosial, tetapi juga bisa datang dari sekolah dan ekspektasi orang tua. Kalau terlalu dipikirkan, hal tersebut bisa membuat kita merasa tertekan dan terus membandingkan diri dengan orang lain,” jelas Rianti.
Menanggapi berbagai tekanan yang dihadapi Generasi Z, Ni Nyoman Rianti berpesan agar generasi muda tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai tolok ukur bagi kehidupan diri sendiri. Setiap orang memiliki proses dan kondisi yang berbeda, sehingga pencapaian orang lain di media sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa tertinggal atau gagal. Rianti juga mengingatkan pentingnya membangun motivasi dari dalam diri serta memiliki lingkungan yang dapat memberikan dukungan ketika menghadapi tekanan.
“Jangan terlalu membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Setiap orang punya prosesnya masing-masing. Yang penting, kita tetap berusaha, membangun motivasi dari diri sendiri, dan tidak takut untuk mencari bantuan ketika memang sedang merasa tidak baik-baik saja,” pesan Rianti.
Markandeya On Air Vol. 2 mengajak Generasi Z untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai tolok ukur diri. Kesehatan mental perlu dijaga dan tidak perlu dianggap sebagai aib.