Universitas Markandeya Perkuat Komitmen Pengabdian Masyarakat melalui Program Desa Kerti Bali Sejahtera Bersama 38 Perguruan Tinggi se-Bali

(Dokumentasi Pribadi)

Denpasar, markandeyabali.ac.id – Universitas Markandeya memperkuat komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan berpartisipasi pada Launching Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026 bersama 38 perguruan tinggi se-Bali. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui prosesi simbolis pemukulan kulkul tersebut berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, UPTD Taman Budaya, Denpasar,pada Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Bali. Universitas Markandeya diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Ni Wayan Sri Darmayanti, S.Pd., M.Pd., bersama 50 mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam peluncuran program bersama delegasi dari 38 perguruan tinggi se-Bali.

Acara Launching Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, yang ditandai dengan prosesi simbolis pemukulan kulkul. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata, melainkan tumbuh dari akar rumput, yaitu dari desa. Karena itu, kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media,” tegas Wayan Koster.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi dan solusi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus menjadi kekuatan utama dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pengabdian kepada masyarakat, kampus diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Markandeya, Ni Wayan Sri Darmayanti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026. Menurutnya, keterlibatan Universitas Markandeya dalam program tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi lainnya di Bali.

“Keikutsertaan Universitas Markandeya dalam program ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkontribusi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Bali dan perguruan tinggi se-Bali dapat menghasilkan program-program yang berdampak nyata bagi pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ni Wayan Sri Darmayanti, S.Pd., M.Pd.

Melalui keikutsertaan dalam Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerti Bali Sejahtera Tahun 2026, Universitas Markandeya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bali dan 38 perguruan tinggi se-Bali diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat desa, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Scroll to Top