BEM Undeya Gelar Seminar Kepemimpinan, Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Anti Narkotika dan Judi Online

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Bangli, markandeyabali.ac.id  – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Markandeya (Undeya) menggelar Seminar Kepemimpinan bertajuk “Leading for Impact: Kepemimpinan Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Berdampak yang Anti Narkotika dan Judi Online” di Auditorium Graha Cendekia, Universitas Markandeya, pada Jumat (31/7).

Seminar ini menghadirkan I Nyoman Parta, S.H., Anggota DPR RI Komisi III, sebagai narasumber utama. Turut hadir Bendahara DPRD Kabupaten Bangli, Ketua Yayasan Kresna Andhi Mandiri, Rektor Universitas Markandeya, dosen dan tenaga kependidikan, serta mahasiswa Universitas Markandeya. Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Markandeya berupaya memperkuat jiwa kepemimpinan mahasiswa sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan kampus yang bebas dari penyalahgunaan narkotika dan praktik judi online.

Ketua BEM Undeya, Ni Komang Jesica menyampaikan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan kampus yang bebas dari penyalahgunaan narkotika dan praktik judi online.

“Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang keberanian mengambil peran dan memberikan dampak positif. Kami berharap setiap mahasiswa Universitas Markandeya mampu menjadi agen perubahan yang menjaga integritas serta menjadi pelopor dalam menciptakan kampus yang aman dan bebas dari narkotika maupun judi online” ungkap Ni Komang Jesica.

Rektor Universitas Markandeya, Dr. I Wayan Numertayasa, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi pelopor dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan praktik judi online yang semakin mengancam generasi muda.

“Universitas Markandeya berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, melainkan juga oleh karakter dan integritas. Karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi pelopor dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan praktik judi online demi mewujudkan generasi yang unggul dan berkarakter” ujar Dr. I Wayan Numertayasa, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya.

I Nyoman Parta, S.H. selaku narasumber utama menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab intelektual dan sosial dalam mendorong kemajuan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkan budaya riset serta mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa sudah berada pada tahap berpikir menggunakan nalar. Di perguruan tinggi tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga membangun budaya riset dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjalankan perannya sebagai agent of change, social control, dan iron stock bagi kemajuan bangsa” tegas I Nyoman Parta, S.H.

Selain membahas peran kepemimpinan mahasiswa, I Nyoman Parta, S.H. selaku narasumber utama menyoroti maraknya praktik judi online dan meningkatnya penyalahgunaan narkotika di Bali. Ia menjelaskan bahwa tekanan ekonomi dan berbagai kewajiban sosial di masyarakat dapat menjadi faktor pendorong, namun kondisi tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk terlibat dalam aktivitas ilegal. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk menjunjung tinggi integritas dan menjadi teladan dalam menghadapi tantangan kehidupan dengan cara yang positif.

“Tekanan ekonomi maupun kewajiban adat tidak boleh dijadikan alasan untuk terjerumus dalam praktik judi online ataupun penyalahgunaan narkotika. Mahasiswa harus menjadi teladan dengan menjaga integritas, berpikir kritis, dan mencari solusi yang positif dalam menghadapi setiap tantangan. Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah” tegas I Nyoman Parta, S.H.

Menutup pemaparannya, I Nyoman Parta, S.H., mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta berani mengambil peran sebagai generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan membutuhkan keberanian, komitmen, dan perjuangan yang nyata.

“Keadilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan. Karena itu, saya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi generasi yang berani memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kemajuan bangsa” tutup I Nyoman Parta, S.H.

Scroll to Top